Quote

Hanya Jika

what-I-think-about-ceph-and-openstackJika Tuhan kabulkan, bolehkah aku menjadi jawaban salah satu doa yang selalu engkau panjatkan?

Kalau Suka

Kalau suka, gak perlu banyak tanda tanya. Cukup disitu kasih titik dua, disini kasih kurung tutup. Sesudah itu yang ada hanyalah rentetan tawa dan bahagia.
Kalau suka, gak perlu tanda titik. Cukup bubuhkan koma agar jalan panjang yang kita lalui bersama menjadi kian bermakna.

Kalau suka, gak perlu banyak suara. Satu dua nada saja jika pandai meramunya bisa jadi musik yang selalu terniang di kepala.
Kalau suka, gak perlu banyak kata. Karena abjad yang ada belum cukup banyak untuk disusun menjadi kata pembukanya.

Kalau suka, gak perlu banyak cahaya. Melihat matanya saja sudah tersirat semua spektrum warna. Pelangi yang bahkan ada sebelum hujan tiba.
Kalau suka, gak perlu banyak angka. Tak hingga pun masih terlalu abstrak jika dijadikan nilai untuk merepresentasikannya.

Kalau suka, cukup doa dan hati. Dua teman sejati yang bisa dipercaya untuk menyampaikannya. Walaupun ke tempat dimana kenyataan sekalipun tak bisa menjangkaunya.

#aboutYOU – Terserah Tuhan

Terserah Tuhan

Aku ingin membuat tali simpul,
antara benang kehidupan kamu dan aku.
Mungkin aku akan memilih warna merah.
Benang itu akan selalu ada dan terbentang.
Kita akan beriringan.
Bahu kita akan selalu bersebelahan.

Namun…
Aku teringat, cinta itu segitiga.
Aku, kamu, Tuhan.
Aku bersujud, kamu berlutut.
Doa kita sedang berada dalam lintasan.
Jika waktu tidak mempertemukannya,
terima kasih telah menyebut namaku.

Dan aku akan mengukir bayanganmu di bias mata.
Selanjutnya, Biar Tuhan yang melukis kita.
Entah di kanvas yang sama, atau tidak.

Sadgenic
Cipanas, 6 Januari 2015

Image

Waspada Hujan

Hujan2Sekarang musim hujan temen – temen. Hati – hati ya kalo mau keluar rumah atau berpergian. Siapin jas hujan, ponco, payung gazebo (idih kegedean). Juga hati – hati “hati” nya. Jangan sampai terbang kemana – mana. Hehehehe.

#aboutYOU – Datang

Datang

Kalau kamu datang,
aku berjanji tidak akan bertanya kenapa baru sekarang.

Kalau kamu datang,
aku berjanji tidak akan membuatmu berdiri di depan pintu terlalu lama.

Kalau kamu datang, aku berjanji tidak akan bertanya,
hati mana saja yang sudah kau lewati untuk sampai disini.

Karena dengan langkahmu, aku terbangun,
dari mati suri yang kunina – bobokan sendiri.

Kalau kamu datang, tolong jangan pergi,
aku lelah menjaga pintu ini.

Kalau kamu datang,
aku berani sumpah, aku tenang.

Sadgenic
Jatinangor, 9 September 2014

#aboutYOU – Bangun. Bidang. Hati.

Bangun. Bidang. Hati.

LINGKARAN | Hei kamu, silahkan berputar, selama aku porosmu
SEGITIGA | Apakah hatimu bersudut? Sembunyikan aku di situ
KOTAK | 4 garis. Waktu. Nadi. Senyum. Keriputmu. Membingkaiku
JAJAR GENJANG | Kemiringan jalan pikirmu. Menegakanku
SEGITIGA | kita sama sisi, berpijak berdiri sama kaki.
Cinta itu segitiga. Aku – Kamu – Tuhan. Titik.

LINGKARAN | Rasa ini tak bersudut. Tak kan kautemukan kapan titik awal, tak kan kau temui titik akhir. Inilah cinta. Berulang ulang ulang…
TRAPESIUM | Di setiap garis tegak dan ketegasanmu. Ijinkan satu aku, miring dan bersandar padamu.
BELAH KETUPAT | Empat rusuk sama panjang saling berhadapan. Cermin. Akankah tulang rusukku, sama dengan milikmu?
BALOK | panjang umurku x tinggi mimpiku x lebar pelukmu = peti mati ternyamanku.
LINGKARAN | jari jari ku, jari jarimu terpaut. Mengitari waktu. Mengelilingi bumi biru
SIKU-SIKU | tanpamu aku diam, tanpamu, aku tak leluasa. Tanpamu aku kaku
TRAPESIUM | terperangkap aku, dalam ketidakaturanmu. Penjara sempurna

Tabung berisikan namamu tersebar di otak.
Tunggu ia bermetamorfosa, hingga sayap muncul dan mengepak di balik tanda.
Sementara itu, 
ijinkan kubangun istana, dengan bidang balok, trapesium, kotak, lingkaran dan segitiga.
Dari keringat dan air mata.

Sadgenic
Cipanas, 18 Juni 2014

#aboutYOU – Kau

Kau…

Kau
Peramu waktu. Yang membuat gelak menjadi bahak
Pelebur duka. Kau tempa luka dengan jutaan rasa bahagia
Pemicu nadi. Di dekatmu detaknya takkan henti berbunyi
Penyelimut kalbu. Membungkus rindu dengan selubung parasmu
Penerobos nebulaku. Tanpa sadar kau bersemayam jutaan malam di kepalaku
Penggerus mimpi. Kau bawa nyata di setiap pagi
Makna ganda. Kumiliki sekarang, dan selamanya
Sebuah pertanda. Akan jutaan firasat yang merajai jiwa
Angka pertama. Yang membuat setelahnya menjadi tiada
Pusat titik rindu. Aku merotasimu, dalam setiap langkahku
Sosok kompleksitas. Aku rangkum menjadi candu sebagai pelengkap nafasku
Makhluk bumi yang dicemburui semesta. Karena kau, terlalu sempurna

Kau
Dan juga senyummu, adalah bom atom yang paling ampuh
Yang meluluh lantakkan seluruh syaraf di tubuh
Dan juga senyummu, deret notasi bahagia
Telantun melodi, omega rasa
Dan juga sorotmu, adalah emulsi
Tempatku melarut dalam emosi

Kau
Kalender surga. Bahagia yang tak bertepi kulewati sepanjang hari
Galaksi. Tempat planet nadi dan satelit rasa bersemayam dalam cinta
Desain sempurna. Kubangun dengan pondasi peluk dan rasa percaya
Hunian ternyaman di dunia.
Gelombang cinta dan rindu. Merambati setiap pori nadiku
Jurang yang ikhlas kujatuhi. Aku terjun, melepas mimpi menjadi pasti

Kau
Jalan lenggang yang membuatku enggan kembali pulang

Sadgenic
Sukabumi, 16 Juni 2014

#aboutYOU – Kamu

Kamu…

Kamu adalah yang terakhir
dengan rasa yang takkan pernah berakhir
Kamu adalah yang pertama
yang membuat senyummu di kepala berlipat lipat ganda
Kamu tetap yang pertama
yang membuat kedua dan ketiga tak pernah ada
Kamu adalah masa
dimana kuharap waktu akan terhenti selamanya

Sadgenic
Sukabumi, 16 Juni 2014

Saat Sains dan Sastra Bersama

Malem hujan gini, saya mau nge post tugas B. Indonesia dulu, waktu masih awal – awal kelas 12 kalo gak salah. Tugasnya itu bikin puisi selama dua jam pelajaran, mungkin sekitar sejam setengah dikasih waktunya. Udah dikasih tempat mau di dalem kelas, di halaman, ah lier otak ngitung dipake nyusun kata – kata mah. Akhirnya, the power of deadline, 15 menit terakhir, sat sit set, akhirnya beres juga. Waktu dikumpulin ke bu guru komennya gini : “Hmmm, iya, iya (sambil corat coret di kertasnya), ya bagus”. Udah? Gitu aja? Ini udah bingung – bingung bikin puisi komen bagus aja, ya emang gitu. Udah selamet bikin itu juga daripada gak dapet nilai. Masa pas ngeliat ini puisi si ibunya koprol, push up, sambil teriak WOW pake mic ruang piket? Hahaha. Nih puisi waktu itu, tanggal bikin tepatnya nanti di update lagi, yang jelas bikinnya tahun 2013. Beresnya langsung maen futsal, itu yang apal mah. Selamat mengapresiasi!!!

Rumus Cinta
2013

Cinta kita vektor tegak lurus
Mempunyai tujuan,
Mempunyai harapan
Tembus ruang hampa,
Tembus bisu suara

Rindu kita, mempunyai gravitasi yang sama
Jatuh di satu prisma
Bersama pancarkan warna

Cinta ini tak kan pernah bertepi
Seperti osilator harmonik tanpa terhenti
Semua rapi tersusun dalam hati
Bagai kristal tanpa cacat kisi

[UPDATE]
Ternyata puisi ini dibikin tanggal 20 Oktober 2013. Hahaha, udah lama ternyata. Bikinnya di kertas selembar lagi, gak tau minta ke siapa waktu itu teh. Hemmm, waas.Puisiku