Non nobis solum nati sumus

Sekarang adalah jamannya kepedulian ditunjukan oleh seberapa viralnya sebuah celotehan,
Bukan berasal dari nurani, melainkan jumlah banyaknya emoji dan hati.

Sekarang adalah jamannya dokumentasi adalah hal yang paling vital dari pada aksi,
Foto dahulu, baru tolong orang yang mengalami kecelakaan,
Video dahulu, baru ikut padamkan api kebakaran,
Perbaharui status dahulu, baru lari selamatkan diri dari gempa, tsunami, erupsi.

Sekarang adalah jamannya religi yang sakral setingkat dengan revisi skripsi yang mudah diobral,
Membuat versi kebenaran kita sendiri dan mengabaikan kebenaran yang hakiki,
Mencari aturan yang tepat bagi kita, bukan menempatkan kita sesuai aturan,
Menjadikan agama sebuah materi bahan candaan biasa,
Label lucu untuk menetralkan pengetahuan kita yang malas mencari tahu.

Untukmu, buatlah raga mu nyaman sehingga sekitarmu merasakan kehangatannya.
Untukmu, buatlah jiwa mu bahagia sehingga sekitarmu terhapus air matanya.
Untukmu, pengang teguhlah keyakinanmu tanpa mencemari ide lainnya.
Untukmu, suarakan dengan lantang pendapatmu tanpa membungkam nada yang berbeda.

Tulisan ini mungkin ada benarnya, mungkin ada salahnya, mungkin kosong.
Just live with it.

Dari yang abu, bukan hitam, bukan putih

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s