Audio

Berlin

rasuk


Berlin
Played by The Trees and The Wild from the album Rasuk (2009)

Hakikat Diam

Hey, aku yakin dulu kita pernah duduk di ruangan yang sama. Tapi rasanya lebih baik berlari jutaan langkah daripada menghampiri mu yang ada tepat 2 kursi di sampingku. Setelah kupikir, mungkin saja muatan kita sama. Dan sayangnya dari kesamaan itu selalu ada gaya yang menolak jika aku ingin datang menghampirimu. 1000 mil lebih sedepa mungkin jaraknya. Jarak fisik yang mungkin terukur, tapi jarak hati kita ditambah sedepa, tak pernah tahu berapa jarak sedepa itu karena tiap orang pastilah berbeda. Dan mungkin jarak sedepa itulah yang selalu memisahkan kita selama ini.

Selama ini mungkin aku bertingkah acuh, tapi bukan artinya menjauh. Hanya orang bodoh yang melakukannya, dan aku bukan salah satu diantaranya. Aku hanya bingung mana yang lebih dahulu datang. Kesempatan, harapan atau kepastian? Aku bukan orang yang tega memberi harapan tanpa adanya kepastian. Aku juga bukan orang ceroboh dengan memberimu kepastian tanpa ada harapan kedepannya. “Beri aku waktu”. Bosan? Ya. Tapi itulah yang sekarang aku butuhkan dan percayalah, aku bukan orang yang senang bermain-main dengan waktu. Waktu yang kuperlukan bukan untuk mencari sebuah jawaban, tapi waktu untuk menyampaikan sebuah pertanyaan. Aku yakin kamu sudah tahu apa isi pertanyaan itu.

Huh… entah apa lagi yang ingin ku tulis. Mungkin sekarang aku harus mulai belajar. Belajar merubah sunyi menjadi suara. Belajar mengerti daripada dimengerti. Belajar amanah mempertanggungjawabkan setiap harapan dan kepastian. Dan terakhir, belajar berterima kasih kepada waktu. Guru hidup yang bahkan kita tak sadar sedang diceramahi olehnya.

deep_thoughtsKita pernah duduk bersama dalam diam. Percakapan beribu makna tanpa pernah menggunakan kata.

Image

Trench

lovely eyes Palung dalam terletak di matamu.
Tatap aku lama-lama, aku senang tenggelam disana.