Tunggu

Bagaimana jika tidak ada lagi orang yang mau menunggumu?
Dia yang sebelumnya kamu percaya akan menunggumu, ternyata pergi meninggalkanmu. Jadi selama ini hanya perasaanmu saja. Kamu merasa bahwa orang lain akan mau menunggu ketidakpastian datangmu.

Bagaimana jika tidak ada lagi orang yang mau menunggumu?
Yakinkah bahwa kamu benar-benar orang yang  ditunggu? Sempatkah berpikir, sudah berapa lama kamu membiarkan waktunya habis untukmu? Lalu, masih berpikirkah kamu untuk menyalahkannya sebab dia meninggalkanmu lebih dulu?

Bagaimana jika tidak ada lagi orang yang mau menunggumu karena kamu tidak pernah tepat waktu?
Sampai kapan kamu berharap orang lain akan selalu bisa memahami keterlambatanmu? Sampai kapan kamu berpikir bahwa orang lain selalu bisa menerima ketidaktepatanmu?

Mungkin, sampai kamu benar-benar merasa tidak ada lagi satu orang pun yang mau menunggumu. Mungkin, saat itu baru kamu sadar bahwa kamu telah membuang orang-orang yang tadinya begitu sabar terhadapmu. Dan kini mereka meninggalkanmu, katamu.

Sadarkah bahwa kamu yang meninggalkan mereka?
Karena kamu tidak pernah menghargai waktu yang mereka miliki. Karena kamu telah menyia-nyiakan kepercayaan yang telah mereka berikan. Karena kamu telah menahan mereka untuk maju hanya demi menunggumu, yang tidak pernah bisa mereka pastikan kapan datangnya.

Bagaimana perasaanmu, saat kamu tahu tidak ada satu orang pun yang mau menunggumu (lagi)?

-KG-

Advertisements

Kalau Suka

Kalau suka, gak perlu banyak tanda tanya. Cukup disitu kasih titik dua, disini kasih kurung tutup. Sesudah itu yang ada hanyalah rentetan tawa dan bahagia.
Kalau suka, gak perlu tanda titik. Cukup bubuhkan koma agar jalan panjang yang kita lalui bersama menjadi kian bermakna.

Kalau suka, gak perlu banyak suara. Satu dua nada saja jika pandai meramunya bisa jadi musik yang selalu terniang di kepala.
Kalau suka, gak perlu banyak kata. Karena abjad yang ada belum cukup banyak untuk disusun menjadi kata pembukanya.

Kalau suka, gak perlu banyak cahaya. Melihat matanya saja sudah tersirat semua spektrum warna. Pelangi yang bahkan ada sebelum hujan tiba.
Kalau suka, gak perlu banyak angka. Tak hingga pun masih terlalu abstrak jika dijadikan nilai untuk merepresentasikannya.

Kalau suka, cukup doa dan hati. Dua teman sejati yang bisa dipercaya untuk menyampaikannya. Walaupun ke tempat dimana kenyataan sekalipun tak bisa menjangkaunya.