Image

Katanya…

first_loveThe first time you fall in love it change your life forever & no matter how hard you try the feeling never goes away

Advertisements

Matahari Kepada Bumi

Matahari tidak pernah meninggalkan bumi sekalipun bumi tidak mampu melihatnya. Entah oleh mendung gelap atau hujan lebat. Sekalipun bumi tidak bisa merasakan kehadirannya dimalam hari. Matahari titipkan cintanya kepada Bulan. Memberi ruang kepada bumi agar bumi paham, bahwa ada atau tiadanya matahari, langit tetaplah menawan.

Matahari tidak pernah meninggalkan bumi, pada jarak yang sama bertahun-tahun. Matahari dan Bumi adalah dua hal yang memang berlainan. Terlalu dekat membuat keduanya akan saling meniadakan. Mungkin cukup seperti ini hubungan antara Matahari dan Bumi. TIdak untuk saling berdekatan namun dengan jarak yang cukup aman untuk saling mencintai.

Toh mencintai itu tidak selalu berarti harus berdekatan dan memiliki bukan? Tidak selalu berarti bahwa cinta itu harus bertemu dan bersatu. Cinta tanpa pertemuan? Bisa saja terjadi, seperti ketika saya mencintai orang dimasa depan yang bahkan belum pernah saya temui. Cinta yang diwujudkan dalam doa-doa dan perbaikan diri.

Matahari kepada Bumi pun demikian. Pada jaraknya yang aman, keduanya justru bersinergi. Cinta yang baik adalah cinta yang bisa membuat energi keduanya menjadi berlipat. Cinta yang meniadakan salah satu atau bahkan keduanya, itu bukan cinta. Sekalipun ia bilang katanya berkorban.

Cinta adalah ketika kamu merasa energi dan potensimu naik berlipat ganda ketika bersamanya. Dan cintamu membuat hal yang sama kepadanya, bukan justru meniadakannya. Atau jika kalian ternyata saling meniadakan meskipun kalian saling mencintai, lebih baik tidak perlu bersatu. Karena percayalah, bahwa segala sesuatu itu tidak selalu harus seperti yang kita inginkan dan pikirkan. Sekalipun kita memiliki rencana terbaik, percayalah bahwa rencana Allah jauh lebih baik. Seperti matahari kepada bumi.

Sumber: Hujan Matahari – Kurniawan Gunadi

Audio

The Scientist (Willie Nelson Cover)

The_scientist_cover_art

The Scientist (Willie Nelson Cover)
Originally played by Coldplay from the album A Rush of Blood to The Head (2002)

Image

Pale Blue Dot

pale-blue-dot1From this distant vantage point, the Earth might not seem of any particular interest. But for us, it’s different. Consider again that dot. That’s here. That’s home. That’s us. On it everyone you love, everyone you know, everyone you ever heard of, every human being who ever was, lived out their lives. The aggregate of our joy and suffering, thousands of confident religions, ideologies, and economic doctrines, every hunter and forager, every hero and coward, every creator and destroyer of civilization, every king and peasant, every young couple in love, every mother and father, hopeful child, inventor and explorer, every teacher of morals, every corrupt politician, every “superstar,” every “supreme leader,” every saint and sinner in the history of our species lived there – on a mote of dust suspended in a sunbeam.

The Earth is a very small stage in a vast cosmic arena. Think of the rivers of blood spilled by all those generals and emperors so that in glory and triumph they could become the momentary masters of a fraction of a dot. Think of the endless cruelties visited by the inhabitants of one corner of this pixel on the scarcely distinguishable inhabitants of some other corner. How frequent their misunderstandings, how eager they are to kill one another, how fervent their hatreds. Our posturings, our imagined self-importance, the delusion that we have some privileged position in the universe, are challenged by this point of pale light. Our planet is a lonely speck in the great enveloping cosmic dark. In our obscurity – in all this vastness – there is no hint that help will come from elsewhere to save us from ourselves.

The Earth is the only world known, so far, to harbor life. There is nowhere else, at least in the near future, to which our species could migrate. Visit, yes. Settle, not yet. Like it or not, for the moment, the Earth is where we make our stand. It has been said that astronomy is a humbling and character-building experience. There is perhaps no better demonstration of the folly of human conceits than this distant image of our tiny world. To me, it underscores our responsibility to deal more kindly with one another and to preserve and cherish the pale blue dot, the only home we’ve ever known.

Sumber: Pale Blue Dot, A Vision of the Human Future in Space – Carl Sagan

#aboutYOU – Terserah Tuhan

Terserah Tuhan

Aku ingin membuat tali simpul,
antara benang kehidupan kamu dan aku.
Mungkin aku akan memilih warna merah.
Benang itu akan selalu ada dan terbentang.
Kita akan beriringan.
Bahu kita akan selalu bersebelahan.

Namun…
Aku teringat, cinta itu segitiga.
Aku, kamu, Tuhan.
Aku bersujud, kamu berlutut.
Doa kita sedang berada dalam lintasan.
Jika waktu tidak mempertemukannya,
terima kasih telah menyebut namaku.

Dan aku akan mengukir bayanganmu di bias mata.
Selanjutnya, Biar Tuhan yang melukis kita.
Entah di kanvas yang sama, atau tidak.

Sadgenic
Cipanas, 6 Januari 2015

Quote

Cinta itu…

Cinta itu segitiga.
Aku, kamu, tuhan, titik.
Jangan anggap yang lain.

Image

Waspada Hujan

Hujan2Sekarang musim hujan temen – temen. Hati – hati ya kalo mau keluar rumah atau berpergian. Siapin jas hujan, ponco, payung gazebo (idih kegedean). Juga hati – hati “hati” nya. Jangan sampai terbang kemana – mana. Hehehehe.